• "Camping 3 Rumah”, Pererat Persaudaraan Frater Karmel


    Selama tiga hari, 19–21 Maret 2026, para frater Ordo Karmel Provinsi Indonesia Timur mengikuti kegiatan Camping 3 Rumah yang berlangsung di Gading Beach, Nangahure, Maumere. Kegiatan ini melibatkan tiga rumah formasi Karmel, yakni novisiat, ante pastoral, dan post pastoral.

    Kegiatan tahunan tersebut secara resmi dibuka dan ditutup oleh Ketua Komisi Formasi Karmel Indonesia Timur, RP. Dasrimin, O.Carm. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang rekreasi, melainkan sarana untuk membangun persaudaraan di antara para formandi. Menurutnya, persaudaraan merupakan salah satu pilar penting dalam spiritualitas Karmel, selain doa dan pelayanan.

    “Melalui kegiatan ini, para frater diharapkan dapat saling mengenal lebih dekat, saling meneguhkan dalam panggilan, serta memurnikan panggilan melalui berbagai dinamika kelompok yang dijalani bersama,” ujarnya.

    Upacara pembukaan dilaksanakan di Biara Karmel Beato Dionisius Wairklau pada 19 Maret 2026. Usai pembukaan, sebanyak 90 frater bersama beberapa formator berjalan kaki menuju lokasi kegiatan. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih satu setengah jam.

    Selama kegiatan berlangsung, para frater mengikuti berbagai aktivitas, baik secara pribadi maupun dalam kelompok. Kegiatan tersebut meliputi ibadat harian, perayaan Ekaristi, ice breaking, sharing panggilan, pentas seni, api unggun, dan berenang di laut yang bersih. Para formator dari tiga rumah formasi pun turut serta dalam kegiatan tersebut.

    Dinamika Kelompok

    Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah sesi konferensi yang mengangkat tema GPS (Gratitude, Purify, and Stewardship). Sesi ini dibawakan oleh RP. Fandi Wutun, O.Carm., yang menekankan pentingnya ketiga nilai tersebut dalam perjalanan panggilan seorang calon imam Karmel.

    Ia menjelaskan bahwa sebagaimana seseorang memanfaatkan Global Positioning System (GPS) untuk mencapai tujuan, demikian pula para frater perlu memiliki “GPS rohani” agar dapat menapaki perjalanan panggilan dengan arah yang jelas menuju puncak Gunung Karmel.

    “Pertama, para frater harus senantiasa bersyukur atas rahmat panggilan dan dukungan dari banyak pihak. Kedua, motivasi panggilan perlu terus dimurnikan melalui hidup rohani yang teratur. Ketiga, para frater dituntut untuk mengelola dan membangun provinsi secara kreatif sesuai dengan kapasitas masing-masing,” ungkap salah satu formator post pastoral ini.

    Kegiatan ini ditutup dengan misa yang dipimpin oleh RP. Alo Roja, O.Carm sebagai perwakilan konsilium Provinsi. Dalam kotbahnya beliau berpesan agar para frater berusaha untuk serius menghayati ketaatan, kemiskinan dan kemurnian dalam semangat kerendahan hati.

    Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Para frater dan formator yang terlibat mengaku bersukacita dan berharap agar kegiatan serupa terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sebagai sarana pembinaan dan penguatan persaudaraan dan panggilan.


  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog